Jangan Potong Rambut, Kuku dan Kulit Mulai 1 Dzulhijjah

Bismillah, ada pertanyaan, apakah ada dasar syariat Islam yang mengatur ketika berkurban maka mulai tanggal 1 dzulhijjah maka Jangan Potong Rambut, Kuku dan Kulit.  Mari kita simak penjelasan dari Majmu’ Fatawa Al Lajnah Ad Daimah berikut ini :

jangan potong rambut kulit kuku mulai 1 dzulhijjah,jangan potong rambut mulai awal dzulhijjah, jangan potong dan ambil kulit mulai tanggal 1 dzulhijjah, jangan potong kuku mulai tanggal 1 dalil jangan potong rambut kulit kuku mulai 1 dzulhijjah,hadist jangan potong rambut kulit kuku mulai 1 dzulhijjah
jangan potong rambut kulit kuku mulai 1 dzulhijjah

 

Al Lajnah Ad Daimah lil Buhutsil Ilmiyah wal Ifta’
(Komite tetap Urusan Pembahasan Ilmu dan Fatwa)
diketuai Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Tanya:

Hadis, “Siapa yang ingin untuk menyembelih atau disembelihkan, maka sejak awal bulan Dzulhijjah, dia tidak mengambil sedikit pun dari rambut, kulit, dan kukunya hingga dia menyembelih.” Apakah larangan ini mencakup seluruh penghuni rumah, tua dan muda, ataukah hanya mencakup yang tua saja, tidak yang muda?

Jawab:
لا نعلم أن لفظ الحديث كما ذكره السائل، واللفظ الذي نعلم أنه ثابت عن النبي صلى الله عليه وسلم هو ما رواه الجماعة إلا البخاري، عن أم سلمة رضي الله عنها، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: « إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضحي فليمسك عن شعره وأظفاره » ، ولفظ أبي داود وهو لمسلم والنسائي أيضا: « من كان له ذبح يذبحه فإذا أهل هلال ذي الحجة فلا يأخذ من شعره وأظفاره حتى يضحي »

Kami tidak mengetahui bahwa lafazh hadis seperti yang disebutkan oleh penanya. Lafazh yang kami ketahui tsabit dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hadis yang diriwayatkan oleh Al Jama’ah, kecuali Al Bukhari, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Jika kalian melihat hilal (bulan sabit pertama) Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin untuk berkurban, maka jagalah rambut dan kukunya.”

Dan lafazh Abu Dawud, yang diriwayatkan pula oleh Muslim, dan An Nasai pula, “Siapa yang memiliki hewan sembelihan untuk dia sembelih, jika telah tampak hilal Dzulhijjah, maka dia tidak mengambil rambut dan kukunya hingga menyembelih.”

فهذا الحديث دال على المنع من أخذ الشعر والأظفار بعد دخول عشر ذي الحجة لمن أراد أن يضحي، فالرواية الأولى فيها الأمر والترك، وأصله أنه يقتضي الوجوب، ولا نعلم له صارفا عن هذا الأصل، والرواية الثانية فيها النهي عن الأخذ، وأصله أنه يقتضي التحريم، أي: تحريم الأخذ، ولا نعلم صارفا يصرفه عن ذلك،

Hadis ini menunjukkan dilarangnya mengambil rambut dan kuku setelah masuknya sepuluh awal Dzulhijjah bagi yang ingin menyembelih. Riwayat pertama mengandung perintah dan tidak melakukan. Secara asal, konsekuensinya adalah wajib. Sedang riwayat kedua mengandung larangan mengambil. Secara asal, konsekuensinya adalah haram, yakni haram untuk mengambil. Kami tidak mengetahui dalil yang memalingkan dari hal hukum asal tersebut.

فتبين بهذا: أن هذا الحديث خاص بمن أراد أن يضحي فقط، أما المضحى عنه فسواء كان كبيرا أو صغيرا فلا مانع من أن يأخذ من شعره أو بشرته أو أظفاره بناء على الأصل وهو الجواز، ولا نعلم دليلا يدل على خلاف الأصل.

jangan potong rambut kulit kuku mulai 1 dzulhijjah,jangan potong rambut mulai awal dzulhijjah, jangan potong dan ambil kulit mulai tanggal 1 dzulhijjah, jangan potong kuku mulai tanggal 1 dalil jangan potong rambut kulit kuku mulai 1 dzulhijjah,hadist jangan potong rambut kulit kuku mulai 1 dzulhijjah
jangan potong rambut kulit kuku mulai 1 dzulhijjah

Maka, jelaslah dengan ini, bahwa hadis ini khusus bagi orang yang ingin menyembelih saja, adapun orang yang disembelihkan, sama saja tua maupun muda, maka tidak mengapa mengambil rambut, kulit, atau kukunya, dengan berpijak kepada hukum asalnya, yakni boleh. Kami tidak mengetahui dalil yang menunjukkan lawan dari asal ini.

Wabillahit taufiq wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wasallam.

Majmu’ Fatawa Al Lajnah Ad Daimah fatwa no 1407
#kurban #fatwa #lajnah #IdulAdha

Website: tashfiyah.com ||| telegram.tashfiyah.com
Gabung Channel Majalah Tashfiyah : bit.ly/telegram_tashfiyah

Majalah Tashfiyah
Silakan menyebarkan content dari Channel ini, tanpa mengubah isinya.

Jasa Layanan Aqiqah ‘Amr Semarang dan Jual Kambing Qurban alamat Kantor dan Kandang :

Jl.Bukit teratai Timur Rt 11/ 19
Sendangmulyo, Perumnas Sendang Mulyo, kec.tembalang Semarang, Jawa Tengah 50272
(Ancer-ancernya, ada 2 menara tower telkomsel, mentok belok kanan ke jalan Bukit teratai timur, mentok belok kiri, mentok sudah terlihat kandang Kambing ‘amr)

Contact person Aqiqah ‘Amr Semarang :

Abu ‘Amr Ahmad

Ikhwan / Pria :
Indosat : 0858-7555-6400 (Tlpn, sms, wa)
XL : 0877-0001-1413 (Tlpn, sms, wa)

Ukhtun / Wanita :
Telkomsel : 0813-9000-7197 (Tlpn, sms, wa)

Note : Untuk kenyamanan dalam Bertransaksi dan Komunikasi kami sarankan dapat menghubungi Contact Person Sesuai Gender

Jazaakumullahu khair wa Barakallahu Fiikum