Udhiyyah dan Syarat-syaratnya

Bismillah, Pengertian makna Al-Udhiyyah adalah bentuk tunggal dari al-adhahi. Al-Imam al-Jurjani menjelaskan, bahwa al-udhiyah adalah nama untuk hewan kurban yang disembelih pada hari-hari nahr (Idul Adha dan 3 hari setelahnya) dengan niat mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. (At-Ta’rifat 1/45)

Hukum Udhiyah

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum berkurban adalah sunnah mu’akkadah, dan bagi orang yang memiliki kemampuan agar tidak meninggalkannya. Adapun jika berkurbannya karena wasiat atau nadzar maka menjadi wajib untuk ditunaikan. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baaz 16/156 dan Majmu’ Fatawa Ibnu ‘Utsaimin 25/10)

sumber : http://www.darussalaf.or.id/fiqih/fiqih-ringkas-dalam-berkurban/

Syarat-syarat Udhiyyah atau syarat-syarat hewan untuk dapat dijadikan hewan qurban atau udhiyyah yaitu ada empat syarat yaitu :

syarat syarat hewan qurban,syarat syarat udhiyyah,syarat menjadi hewan qurban,apa saja hewan qurban itu,syarat syarat syari menjadi hewan qurban,syarat sesuai sunnah menjadi hewan qurban,apa saja syarat udhiyyah,

  1. Dari jenis hewan yang telah ditentukan syari’at, yaitu
    1. unta,
    2. Sapi
    3. Kambing.

      Barangsiapa berqurban dengan kuda atau ayam maka TIDAK SAH walaupun bentuknya lebih bagus dan harganya lebih mahal.

  2. Telah mencapai usia tertentu, yaitu :
      1. Enam bulan untuk domba dan satu tahun untuk kambing jawa (kacang).
      2. Adapun untuk sapi adalah dua tahun,
      3. Sedangkan unta adalah lima tahun.

    Barangsiapa berqurban dengan domba berumur lima bulan atau sapi berumur satu tahun maka tidak sah.

  3. Tidak memiliki 4 cacat tubuh yang disebutkan dalam hadits Al-Bara bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, “Ada empat cacat yang tidak boleh ada pada hewan kurban;
    1. Al-‘aura (buta sebelah) yang jelas butanya
    2. Sakit yang jelas sakitnya,
    3. Pincang yang jelas pincangnya, dan
    4. Kurus yang tidak ada sumsumnya
    5. Maka tidak boleh berqurban dengan hewan-hewan yang memiliki kriteria cacat tubuh seperti tersebut di atas atau yang lebih parah darinya, seperti buta kedua matanya, putus salah satu kakinya, sekarat karena diterkam hewan buas atau yang lainnya. Adapun catat tubuh yang tidak terlalu parah maka masih sah dijadikan sebagai udhiyah seperti hewan yang terpotong telinga, tanduk, atau ekornya, baik terpotong secara keseluruan atau hanya sebagian saja. Tetapi yang afdhal (lebih utama) adalah memilih hewan yang bagus, gemuk, dan sehat.
  4. Menyembelih pada waktu yang telah ditentukan, yaitu setelah shalat ‘Idul Adha sampai akhir hari tasyriq. Maka total waktu penyembelihan adalah empat hari (‘Idul Adha dan 3 hari setelahnya).

Barangsiapa menyembelih pada selain hari yang telah ditentukan maka tidak dianggap sebagai hewan qurban walaupun orang tersebut tidak mengetahui hukumnya.

(lihat Liqa al-Babil Maftuh Ibnu ‘Utsaimin 92/3 dan Fatawa Ibnu Utsaimin 25/13)▪️ Sumber http://manhajul-anbiya.net
Majmu’ah Manhajul Anbiya
Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

Jasa Layanan Aqiqah ‘Amr Semarang dan Jual Kambing Qurban alamat Kantor dan Kandang :

Jl.Bukit teratai Timur Rt 11/ 19
Sendangmulyo, Perumnas Sendang Mulyo, kec.tembalang Semarang, Jawa Tengah 50272
(Ancer-ancernya, ada 2 menara tower telkomsel, mentok belok kanan ke jalan Bukit teratai timur, mentok belok kiri, mentok sudah terlihat kandang Kambing ‘amr)

Contact person Aqiqah ‘Amr Semarang :

Abu ‘Amr Ahmad

Ikhwan / Pria :
Indosat : 0858-7555-6400 (Tlpn, sms, wa)
XL : 0877-0001-1413 (Tlpn, sms, wa)

Ukhtun / Wanita :
Telkomsel : 0813-9000-7197 (Tlpn, sms, wa)

Note : Untuk kenyamanan dalam Bertransaksi dan Komunikasi kami sarankan dapat menghubungi Contact Person Sesuai Gender

Jazaakumullahu khair wa Barakallahu Fiikum